Jereweh,harianntb.online,_ Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat meluncurkan intervensi serentak percepatan penurunan stunting. Kegiatan berlangsung di Posyandu Muhajirin, Desa Belo, Rabu (6/5/2026), dan terhubung langsung secara daring dengan 8 kecamatan serta 65 desa di seluruh wilayah.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov, meninjau langsung pelayanan yang berjalan. Ia memastikan program ini tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar menyentuh sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Posyandu ditetapkan sebagai garda terdepan yang paling dekat dengan rakyat.

“Intervensi ini kita arahkan untuk pendataan yang akurat. Camat, lurah, kepala desa, hingga kader posyandu harus catat detail berapa sasaran yang kita kunjungi dan yang sudah terdata di daerah masing-masing. Data yang tepat adalah kunci keberhasilan kita,” tegas Wabup Hanipah.

Camat Jereweh, H. Abdul Muthalib, S.Pd., M.M., memaparkan skala besar pekerjaan di wilayahnya. Pihaknya melayani total 10.606 jiwa sasaran yang tersebar di 4 desa, didukung penuh oleh 14 posyandu dan 158 kader yang bekerja tanpa lelah.

“Kami bangun penanganan stunting bukan hanya sesaat, tapi kerja sistematis yang butuh ketelitian hingga ke tingkat individu. Kami pastikan seluruh data di lapangan tercatat rapi agar intervensi tepat sasaran,” ujar Abdul Muthalib.

Kerja keras seluruh pihak mulai membuahkan hasil nyata. Data e-PPGBM mencatat, angka stunting di KSB berhasil turun dari 7,10 persen pada Desember 2025 menjadi 6,7 persen saat ini. Penurunan ini membuktikan pendekatan berbasis data dan sinergi lintas sektor berjalan efektif.

Pemilihan Posyandu Muhajirin sebagai lokasi peluncuran juga membawa makna khusus, mengingat posyandu ini menyandang predikat Juara 1 tingkat Provinsi NTB. Keberhasilan ini diharapkan menjadi standar pelayanan bagi posyandu lainnya.

Turut hadir mendukung kegiatan ini Ketua TP Posyandu Kabupaten Khusnarti, Kepala Dinas Kesehatan dr. Carlof, jajaran OPD terkait, Forkopimcam, serta ratusan kader posyandu yang siap mengawal kesehatan masyarakat. Tan

Reporter: Sutan Zaitul Ikhlas