Taliwang, harianntb.online,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat terus menunjukkan komitmennya dalam menjamin pemenuhan layanan dasar masyarakat melalui program Kartu Sumbawa Barat Maju (KSB Maju).
Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, menegaskan bahwa program ini hadir untuk memastikan hak-hak dasar masyarakat, khususnya akses pendidikan, dapat terpenuhi.
“Jumlah lulusan SMA kita hampir 2.500 orang setiap tahun, namun yang melanjutkan kuliah baru sekitar 900 yang terdata. Artinya masih di bawah 50 persen. Inilah tantangan kita bersama, bagaimana memastikan anak-anak kita bisa melanjutkan pendidikan lebih tinggi,” kata H. Amar, Rabu, 15/10/2025.
Tahun ini, Pemkab juga menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) senilai hampir 30 persen dari BOS reguler. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban sekolah sekaligus mencegah pungutan tambahan yang membebani orang tua maupun siswa.
Mulai tahun depan, Pemkab menyiapkan beasiswa khusus bagi siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu serta menjajaki kerja sama dengan universitas ternama di Indonesia guna memperluas akses pendidikan.
“ Program yang kita laksanakan ini sifatnya menyeluruh tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga mencakup bidang kesehatan, sosial, UMKM, perumahan, pertanian, peternakan, dan perikanan. Ini tentu harus kita pastikan berjalan dengan baik dan menyentuh seluruh masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa Barat, Agus, S.Pd, menyebutkan hingga saat ini penyaluran kartu KSB Maju khususnya layanan Pendidikan masih menyisakan 700 penerima. Jumlah itu akan terus dikebut hingga tuntas penyalurannya di bulan ini (November 2025,red).
” Untuk mempercepat penyelesaian sisa 700 penerima itu, kita sudah menyiapkan strategi baru. Saat ini di setiap wilayah kecamatan sudah ada satu tim yang dibentuk untuk penyaluran bantuan tersebut. Sehingga penyalurannya tidak akan lama,” jelasnya.
Selanjutnya ia menyampaikan, sebanyak 12 ribu sasaran dari Program Kartu KSB Maju layanan Pendidikan itu telah meng-cover semua anak yang tercatat sebagai siswa baru tahun pelajaran 2025-2026 mulai tingkat TK, SD, SMP, dan SMA Sederajat. Termasuk juga anak asal KSB yang mengenyam pendidikan setara di luar daerah.
“Insyaallah tidak ada yang tertinggal, semua anak yang berhak akan menerima manfaat sesuai ketentuan yang berlaku,” demikian Agus. Tan/**
