Koperasi Syariah TBA di KSB Sudah Mulai Beroperasi 

Taliwang, harianntb.online,- Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Sumbawa Barat, Suryaman, S.STP mengatakan, Koperasi Syariah Berbasis Tuntas Baca Al-Qur’an (TBA) yang dibentuk di delapan kecamatan sudah mulai beroperasi. Warga yang ingin mengakses pinjaman dapat mengajukan permohonannya.

” Ya, sudah mulai beroperasi. Bagi masyarakat yang ingin mengakses pinjaman dapat berhubungan langsung dengan koperasi TBA yang ada di masing-masing wilayah,” ungkap Suryaman, Sabtu, 15/11/2025. 

Suryaman menyebut, warga cukup datang ke koperasi selanjutnya fasilitator akan melakukan verifikasi lapangan untuk menentukan besaran pinjaman yang dapat diakses.

“Fasilitator nanti yang membuat rekomendasi yang disahkan oleh Kepala Bidang Koperasi. Selanjutnya rekomendasi itulah yang jadi dasar pengurus koperasi memberikan pinjaman,”imbuhnya.

Nilai maksimal pinjaman yang bisa disalurkan Koperasi Syariah Berbasis TBA itu maksimal senilai Rp.5 juta.

Menurut Suryaman, dengan pagu pinjaman sebesar itu, kredit pelunasannya diberi jangka waktu selama satu tahun.

“Kalau Rp.5 juta itu cicilannya sudah sangat ringan. Apalagi kan ini syariah, sehingga tidak ada bunganya,” ujarnya.

Sejauh ini dari pantauannya, Suryaman mengaku, masyarakat belum banyak yang mulai mengakses pinjaman modal di Koperasi Syariah Berbasis TBA. Ia mencontohkan koperasi di kecamatan Taliwang, sementara ini terdata baru 2 orang yang mengajukan permohonan.

“Memang ada kecamatan yang kita pantau sudah banyak pengajuan. Tapi kalau secara umum hitungan kami belum signifikan,”cetusnya. 

Ia menjelaskan, Koperasi TBA yang paling banyak mengelola modal bantuan Program Kartu KSB Maju Layanan UMKM itu adalah Koperasi TBA Taliwang. Koperasi Syariah ini mengelola sebesar Rp. 800 juta.

” Kenapa paling banyak, karena memang jumlah desanya banyak dengan asumsi per desa Rp.50 juta,”bebernya.  

Ia selanjutnya menyampaikan, pengelolaan modal awal Koperasi Syariah Berbasis TBA ini, setiap koperasi dibolehkan memanfaatkan untuk biaya operasional. Jumlah biaya operasional yang bisa digunakan yakni kisaran antara 25 hingga 30 persen dari modal bantuan yang diterima koperasi.

” Pemanfaatannya digunakan untuk melengkapi berbagai keperluan peralatan layanan. Seperti pengadaan laptop dan alat tulis kantor (ATK) serta kebutuhan operasi lainnya. Kalau gedung layanan sementara kita arahkan memanfaatkan ruangan di tiap kecamatan,”demikian Suryaman. Tan/**