Taliwang, harianntb.online,- Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., menjadi salah satu pemateri pada forum internasional The 8th Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development (APCAT) Summit 2026 yang berlangsung di Hotel JW Marriott, Jakarta, Senin,26/1/2026.
Forum bergengsi ini mengusung tema “Together We Bring Health Solutions” dan dihadiri para pemimpin daerah dari berbagai negara Asia Pasifik.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.
Mengawali paparannya, Bupati Amar menyampaikan hasil survei BPS Kabupaten Sumbawa Barat tahun 2025 yang menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga untuk rokok dan tembakau menempati urutan keempat dalam struktur konsumsi bulanan, dengan porsi mencapai 12 persen. Sementara berdasarkan survei PHBS, tingkat paparan rokok di KSB tercatat 43 persen, relatif lebih rendah dibandingkan daerah lain di NTB.
Bupati Amar juga menegaskan bahwa Kabupaten Sumbawa Barat telah memiliki Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sejak 2016, disertai berbagai langkah strategis, termasuk kebijakan tidak memfasilitasi penanaman tembakau melalui sektor pertanian.
Melihat masifnya pengaruh industri rokok, Pemkab Sumbawa Barat mengembangkan pendekatan baru melalui Kartu Sumbawa Barat Maju. Program ini memungkinkan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dilakukan secara tepat sasaran kepada keluarga yang terpapar rokok.
“Melalui integrasi data berbasis KK, pemerintah daerah lebih mudah melakukan pemantauan, intervensi, serta edukasi bersama komunitas pemuda, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi perempuan,” ujarnya. Tan/**
