Kisah Haru di Aula Hanipati: Dari Jemaah Usia 88 Tahun Hingga Pesan Bupati untuk Menjaga Fisik

Taliwang,harianntb.online,– Aula Hanipati seketika berubah menjadi ruang penuh haru dan optimisme pada Senin (09/02/2026). Setelah menanti selama 13 tahun, sebanyak 151 calon jemaah haji Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akhirnya memulai langkah nyata mereka menuju Baitullah melalui pembukaan Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi Tahun 1447 H.

​Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si., ini mengusung semangat inklusivitas dengan tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah KSB, Ardi Suzami, S.EI., M.M.Inov., melaporkan bahwa rombongan tahun ini terdiri dari 144 jemaah kuota utama dan 7 jemaah cadangan. Di tengah kerumunan tersebut, terselip dua sosok yang mencuri perhatian: Ibu Lawiyah (88) dari Jereweh sebagai jemaah tertua, dan Abdul Wahid (32) dari Taliwang sebagai yang termuda.

“​Perbedaan usia yang kontras ini menjadi bukti bahwa panggilan ke Tanah Suci menyentuh seluruh lapisan generasi,” ungkap Ardi.

Dalam sambutannya yang hangat namun tegas, Bupati H. Amar Nurmansyah mengingatkan para jemaah bahwa niat suci saja tidak cukup. Beliau menekankan bahwa sekitar 60% aktivitas di Tanah Suci merupakan ujian kekuatan fisik yang berat.

​”Kuatkan niat. Fokuskan bahwa ini adalah murni ibadah. Saya minta jemaah terbuka soal riwayat kesehatan agar Dinas Kesehatan bisa memantau secara intensif. Kepatuhan medis adalah kunci kelayakan (istiqoah) keberangkatan Anda,” tegas Bupati.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Kepala Dinas Kesehatan dr. Carlof, Ketua MUI KSB Dr. TGH. Burhanuddin, serta perwakilan dari perbankan syariah (BSI, Panin Bank, dan Bank NTB Syariah) yang turut memberikan dukungan moril dan fasilitas bagi para tamu Allah.

​Di akhir arahannya, Bupati menitipkan doa agar para jemaah tidak hanya fokus pada rangkaian wajib dan sunnah haji, tetapi juga mendoakan keberkahan bagi keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Sumbawa Barat.

​Rangkaian manasik intensif ini akan terus berlanjut di tingkat kecamatan sepanjang bulan Februari untuk memastikan seluruh jemaah siap secara lahir dan batin sebelum benar-benar terbang ke Makkah. Tan/**