Toyota Yaris Berujung Skandal, Oknum DPRD KSB Dilaporkan ke BK

Taliwang,harianntb.online,-
Wajah institusi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat kembali tercoreng oleh skandal moral dan hukum yang melibatkan anggotanya.

Oknum legislator berinisial R dari Partai Moncong Putih kini berada di pusaran dugaan kasus penipuan dan penggelapan mobil yang membuatnya diseret ke hadapan Badan Kehormatan (BK).

Ironis, seorang wakil rakyat yang seharusnya menjadi garda terdepan penegakan etika, justru dilaporkan atas tindakan yang jauh dari nilai-nilai integritas.

​Betty Agusta, seorang pengusaha asal Taliwang, tak lagi bisa menahan kesabarannya menghadapi kelit sang legislator.

Ia resmi melaporkan R atas dugaan pelanggaran kode etik berat terkait transaksi gelap satu unit mobil Toyota Yaris senilai Rp125 juta. Modusnya klasik namun menyakitkan, uang sudah disetor lunas, namun Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) sengaja ditahan oleh R dengan seribu alasan.

Tak cukup sampai di situ, R juga diduga mencatut kepercayaan korban untuk meminjam uang tunai sebesar Rp75 juta yang hingga kini raib tanpa kejelasan pengembalian.

​”Perbuatan ini tidak hanya merugikan saya secara pribadi, tetapi juga berpotensi mencoreng nama baik DPRD secara kelembagaan,” tegas Betty dengan nada geram, Selasa (31/3/2026).

Seorang anggota dewan kata dia seharusnya menjadi cermin kepatuhan hukum, bukan aktor di balik sengketa yang mengarah pada tindak pidana. Tindakan R yang menahan dokumen kepemilikan aset dan mengabaikan utang piutang dianggap sebagai pengkhianatan nyata terhadap sumpah dan janji jabatan yang mewajibkan setiap anggota dewan menjaga martabat institusi.

​Kini, bola panas berada di tangan Badan Kehormatan DPRD KSB. Publik menanti keberanian lembaga ini untuk bertindak transparan dan memberikan sanksi tegas tanpa pandang bulu.

Sementara itu, kasus ini dikabarkan juga telah masuk dalam pantauan aparat penegak hukum, memberi sinyal bahwa kursi empuk legislatif tidak akan bisa menjadi perisai bagi mereka yang mencederai kepercayaan rakyat demi keuntungan pribadi.

R juga sejauh ini masih memilih bungkam hingga menyisakan tanya besar di balik tembok megah gedung rakyat tersebut. SBW/023