Taliwang, harianntb.online,- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat benar benar serius ingin menguatkan kapasitas sumber daya dan kwalitas soft skill empowerment di satuan kerjanya. Pengelolaan Arsip terus ditingkatkan karena sangat krusial untuk menjamin tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan efisien.
” Pengelolaan Arsip Ini terus kita tingkatkan. Arsip yang tertata baik mempermudah pelayanan publik, melindungi aset negara, serta menjadi bukti otentik. Digitalisasi arsip diperlukan untuk keamanan dan kecepatan akses data,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DIKBUD) Sumbawa Barat, Agus, SPd.M.M, seusai menggelar Bimtek dan Pendampingan Pengelolaan Arsip, Senin, 26/1/2026, di Aula Ki Hajar Dewantara Kantor Dikbud.
Bimtek yang kesekian kalinya dilaksanakan ini bertujuan untuk membimbing dan mengarahkan pelaksanaan secara teknis bagaimana pengelolaan Arsip dapat dilakukan secara ulet dan teliti serta profesional. Nara sumber yang dihadirkan sangat kompeten serta dirangkai dengan pelatihan pengaplikasian SRIKANDI sebagai upaya penguatan tata kelola arsip digital yang tertib.
Agus menyebut sejumlah poin penting mengenai pengelolaan arsip diinternal OPDnya itu selain untuk menciptakan arsip yang tertata menunjukkan akuntabilitas dan transparansi, serta menjadi memori kolektif juga meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik.
” Pengelolaan yang terorganisir mempercepat pencarian dokumen, yang berdampak pada layanan yang lebih cepat kepada masyarakat,” imbuhnya seraya menyebut arsip adalah bukti autentik hak milik negara/daerah. Pengelolaan yang salah dapat menyebabkan kehilangan dokumen berharga atau risiko hukum.
” Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelolaan arsip di lingkungan Dikbud KSB dapat terlaksana secara lebih efektif dan terintegrasi, sebagai wujud pertanggungjawaban dalam meningkatkan efisiensi kerja, transparansi, serta akuntabilitas penyelenggaraan administrasi pemerintahan,” demikian Agus. Tan/**
