HARDIKNAS di KTC, Pendidikan Bukan Tugas Sepihak

TALIWANG,harianntb.online,_ Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Sumbawa Barat bergema bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah deklarasi semangat kolektif. Ribuan manusia memadati kawasan Kemutar Telu Center (KTC) Taliwang, Sabtu (2/5/2026). Guru, kepala sekolah, pelajar, dan masyarakat berpadu dalam satu barisan, menyatukan tekad lewat jalan santai dan senam sehat yang sarat makna.

Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa memajukan pendidikan adalah misi luhur yang tidak bisa dijalankan sendirian. Di tengah lautan manusia yang penuh antusias, pesan utama digaungkan lantang, kemajuan pendidikan menuntut keterlibatan total seluruh elemen bangsa.

Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si., menegaskan keberhasilan dunia pendidikan sangat bergantung pada sinergi dan kepedulian bersama. Pemerintah hadir dengan kebijakan dan anggaran, namun masyarakat wajib turun tangan mengawasi dan memastikan tidak ada satu pun anak yang kehilangan haknya.

“Mari kita awasi lingkungan masing-masing. Jangan biarkan ada anak putus sekolah atau tidak bersekolah sama sekali. Jika kalian temui kasus seperti itu, segera laporkan agar kami fasilitasi. Pendidikan ini tanggung jawab kita bersama, bukan beban yang dipikul pemerintah seorang diri,” tegas Amar Nurmansyah.

Pemerintah daerah tidak hanya berjanji, tapi sudah membuktikan komitmennya. Berbagai dukungan strategis disiapkan, mulai dari pembebasan dan bantuan uang pangkal, program beasiswa bagi yang berprestasi maupun kurang mampu, hingga alokasi Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang merata untuk sekolah negeri maupun swasta. Semua ini dilakukan demi membuka seluas-luasnya akses bagi generasi penerus.

Lebih dari itu, pihaknya terus mendorong kesadaran pentingnya program Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai sejak usia dini. Pendidikan prasekolah bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi utama yang mencetak karakter dan kualitas masa depan.

“Kita harus saling peduli, pastikan tidak ada anak yang tertinggal. Pendidikan sejak dini adalah bekal emas yang membentuk peradaban,” tambahnya.

Suasana makin memanas dengan pembagian doorprize bergengsi, termasuk sepeda motor, sebagai bentuk apresiasi.

Di balik keramaian dan kebersamaan itu, tertanam kesadaran yang tak terbantahkan: pendidikan adalah nyawa peradaban, dan hanya dengan gotong royong serta kepedulian tulus, cita-cita besar itu akan terwujud nyata. HNTB/Tan

Editor : SUTAN ZAITUL IKHLASÂ