Taliwang, harianntb.online,- RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat memanfaatkan momentum Hari Ginjal Sedunia dengan menggelar aksi edukasi di Ruang Hemodialisa (HD) Minggu,26/4/2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mempertebal kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga fungsi ginjal sebagai kunci utama menuju hidup yang lebih berkualitas dan produktif.
Direktur RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat, Andy Suhaeri, S.ST., M.M.Inov, secara resmi membuka acara tersebut sekaligus menegaskan komitmen rumah sakit dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengobatan, tetapi juga sebagai pusat edukasi untuk mencegah peningkatan kasus penyakit kronis di wilayah tersebut.
”Peringatan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang menyeluruh. Tidak hanya fokus pada tindakan medis di ruang HD, tetapi juga pada edukasi preventif agar masyarakat lebih waspada dan mampu menjaga kesehatan ginjal mereka sejak dini,” ujar Andy Suhaeri.
Edukasi mendalam disampaikan oleh dr. Frangki R. Antonius, Sp.PD., FINASIM. Ia memaparkan bahwa penyakit ginjal kronis sering kali muncul tanpa gejala yang nyata pada stadium awal, sehingga deteksi dini terhadap faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes menjadi sangat krusial. Gaya hidup sehat, termasuk pengaturan pola makan dan kecukupan asupan air putih, menjadi benteng pertahanan utama.
”Banyak kasus baru ditemukan saat kondisi ginjal sudah mencapai tahap lanjut. Melalui edukasi ini, kami mendorong masyarakat untuk mengenali faktor risiko lebih awal dan segera melakukan pemeriksaan jika ada indikasi, guna mencegah kerusakan permanen yang mengharuskan prosedur cuci darah,” jelas dr. Frangki.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini mendapat respons positif dari para pasien dan keluarga yang hadir. Melalui momentum Hari Ginjal Sedunia, RSUD Asy-Syifa’ berharap tumbuh kesadaran kolektif di masyarakat Sumbawa Barat bahwa kesehatan ginjal adalah investasi jangka panjang yang harus dijaga dengan pola hidup disiplin. Tan
