Pariwisata Kerakyatan Brang Ene : Pembangunan dengan Prinsip Manfaat Lebih Besar dari Mudharat

Taliwang, harianntb.online,- Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menegaskan komitmennya membangun sektor pariwisata berbasis masyarakat melalui konsep Pariwisata Kerakyatan di Kecamatan Brang Ene. Konsep ini dirancang dengan prinsip utama : ” manfaat harus jauh lebih besar daripada mudharat”.

Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah dalam sosialisasi program menyampaikan bahwa pembangunan destinasi ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi strategi pemerataan ekonomi.

Ia menyampaikan selama ini, wisatawan yang berkunjung ke kawasan pesisir lebih banyak menghabiskan waktu dan belanja di lingkungan hotel. Dengan konsep baru ini, wisatawan akan diajak masuk ke tengah-tengah masyarakat untuk menikmati keindahan sawah, sungai, dan perbukitan, sekaligus berinteraksi langsung dengan kehidupan petani. Jalur wisata sepanjang lima kilometer akan melintasi kawasan persawahan dan bantaran sungai, dilengkapi lima cek point yang dikelola desa.

” Setiap cek point akan menjadi ruang ekonomi baru: tempat istirahat, spot foto, penjualan sayur, produk lokal, hingga potensi kuliner desa,” bebernya.

Pengelolaan kawasan nantinya diserahkan kepada BUMDes atau BUMDes Bersama, sehingga keuntungan tidak terkonsentrasi pada satu pihak, melainkan berputar di desa. Bahkan, pembangunan ini dapat dimanfaatkan sebagai jalan usaha tani terbatas yang tetap mendukung aktivitas pertanian.

Menurutnya, dalam hal ini tidak ada pembebasan lahan. Jalur diambil seminimal mungkin agar tidak mengurangi penguasaan lahan masyarakat. Saluran air dijamin tetap lancar dan diperbaiki. Pelintasan alat pertanian disiapkan agar fungsi pertanian dan pariwisata dapat berjalan berdampingan.

“Kita tidak ingin punya hajatan baik tetapi merugikan masyarakat. Prinsipnya jelas, kemanfaatan harus lebih besar,” tegasnya.

Selain jalur wisata, akan dikembangkan juga transportasi khusus untuk mengantar pengunjung kembali ke titik awal, serta pembangunan enam unit bungalow di kawasan Bendungan Tiu Suntuk sebagai penunjang akomodasi berbasis desa.

” Konsep ini kita harapkan membuka ruang kreativitas bagi angkatan kerja desa, menciptakan lapangan usaha baru, serta membangun pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Dengan pendekatan partisipatif dan dialog berjenjang bersama pemilik lahan Ia optimistis Pariwisata Kerakyatan Brang Ene akan menjadi model pembangunan yang berpihak pada masyarakat — menghadirkan kesejahteraan tanpa mengorbankan hak dan kepentingan warga. Tan/**