Taliwang,harianntb.online,- Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mengambil langkah preventif yang tegas guna menjaga stabilitas domestik.
Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, secara resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 800.1.5.3/1220/Ekon.Setda/2026 yang menginstruksikan penghematan energi secara masif di seluruh penjuru daerah. Kebijakan strategis ini merupakan respons langsung terhadap arahan Presiden Republik Indonesia dalam mengantisipasi lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu oleh eskalasi dinamika geopolitik global.
Langkah “perketat ikat pinggang” ini tidak hanya menyasar efisiensi birokrasi, tetapi juga menjadi gerakan kolektif untuk mengubah pola konsumsi energi di tingkat akar rumput demi ketahanan ekonomi daerah.
Dalam edaran tertanggal 31 Maret 2026 tersebut, pemerintah mendorong transisi perilaku masyarakat dalam penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas LPG.

Salah satu poin revolusioner yang ditekankan adalah budaya carpooling atau berbagi tumpangan bagi warga dengan rute perjalanan yang searah.
Selain itu, para pelajar dan pekerja didorong kuat untuk beralih ke moda transportasi berkelanjutan, mulai dari sepeda manual hingga kendaraan listrik. Untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi di kalangan siswa, pemerintah berkomitmen mengoptimalkan armada bus sekolah sebagai sarana transportasi utama yang aman dan efisien.
Efisiensi juga merambah ke sektor domestik dan perkantoran melalui protokol hemat listrik yang ketat. Warga diimbau untuk mematikan seluruh peralatan elektronik saat meninggalkan ruangan serta memanfaatkan pencahayaan alami secara maksimal pada siang hari. Secara spesifik, penggunaan pendingin ruangan (AC) kini diatur pada suhu ideal 24–26 derajat Celsius guna mencegah pemborosan energi yang tidak perlu.
Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), instruksi ini merupakan kewajiban mutlak. Para abdi negara diminta menjadi garda terdepan dengan memprioritaskan kendaraan dinas roda dua untuk jarak menengah dan kendaraan listrik untuk jarak dekat. Bahkan, di kawasan Kompleks Perkantoran KTC, penggunaan kendaraan berbasis tenaga manusia kini menjadi prioritas utama.
Transformasi budaya kerja ini diharapkan mampu menekan belanja daerah sekaligus memperkuat komitmen pelestarian lingkungan di “Bumi Pariri Lema Bariri”.
”Kebijakan ini bukan sekadar upaya memangkas angka di atas kertas, melainkan sebuah panggilan bagi kita semua untuk lebih bijak terhadap sumber daya yang terbatas. Di tengah gejolak global, kemandirian dan efisiensi adalah benteng pertahanan terbaik kita. Saya meminta seluruh ASN menjadi teladan, agar masyarakat melihat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil di sekitar kita.” demikian H. Amar Nurmansyah, Bupati Sumbawa Barat. Tan
