Skandal Dugaan Ijazah Palsu Legislator KSB: Dikbud Sumbawa Turun Tangan, PKBM Bina Bersama Diultimatum

SUMBAWA, harianntb.online, – Dugaan skandal ijazah Paket C palsu yang menyeret oknum anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berinisial R kini memasuki fase krusial. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa akhirnya mengambil langkah tegas dengan memanggil paksa pengelola PKBM Bina Bersama guna mengusut keabsahan dokumen pendidikan yang diduga menjadi “tiket” ilegal oknum tersebut melenggang ke kursi parlemen pada Pemilu 2024.

​Langkah ini merupakan respons atas desakan laporan Kantor Hukum Muhammad Noor, S.H., yang mendeteksi adanya manipulasi dokumen dan penyimpangan prosedur administrasi secara sistematis.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dikbud Sumbawa, Fathul Yamin, S.Pd., menegaskan tidak akan ada ruang kompromi bagi praktik “ijazah instan” yang mencederai dunia pendidikan.

” Audit mendalam kini tengah kami lakukan fengan membedah data pangkalan pendidikan (Dapodik) dan mencocokkannya dengan bukti fisik di lapangan,” ungkap Fathul.

​Dikbud secara spesifik bakal melakukan investigasi forensik terhadap buku induk siswa, daftar hadir, hingga rekam jejak ujian oknum R periode 2015–2018.

” Fokus utama audit ini adalah menguji keaslian Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), autentisitas rekam jejak akademik, serta legalitas operasional PKBM Bina Bersama saat ijazah bernomor DN-PC 0010061 tertanggal 7 Juni 2018 itu diterbitkan,”imbuhnya.

Fathul menegaskan, jika ditemukan unsur maladministrasi atau pemalsuan, pihaknya memastikan akan bertindak transparan dan menyerahkan temuan ini ke ranah hukum yang lebih berat karena telah merusak marwah institusi pendidikan.

​Kasus yang kini juga telah dilaporkan ke kepolisian sejak Rabu (4/3/2026) tersebut menempatkan dokumen yang ditandatangani Ketua PKBM, Mastar Hamid, S.Sos., sebagai barang bukti kunci. Publik kini menanti pembuktian di balik dokumen tersebut, apakah itu ijazah legal, ataukah hanya produk manipulasi transaksional demi memuaskan ambisi politik sang legislator yang kini terancam kehilangan legitimasinya sebagai wakil rakyat. Riel-HNTB