SUMBAWA BARAT, harianntb.online — Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda KSB, Dr. H. Burhanuddin, S.Sos.I., M.Pd.I., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam mentransformasi program Tuntas Baca Al-Quran (TBA) menjadi pilar ekonomi syariah.
Ia memosisikan kelompok TBA tidak sekadar sebagai gerakan pemberantasan buta aksara Al’quran, melainkan sebagai pusat edukasi finansial untuk memutus ketergantungan masyarakat pada praktik riba.
”Melalui sinergi dengan program ‘Kartu KSB Maju’, pemerintah terus memperkuat Koperasi Syariah TBA guna meningkatkan taraf hidup kaum ibu di akar rumput secara berkelanjutan,” ungkap pria yang akrab dengan panggilan TGH Bur ini.
TGH Bur menjelaskan bahwa integrasi nilai religius dan kemandirian ekonomi menjadi kunci utama dalam membangun ketahanan keluarga di wilayah Bumi Pariri Lema Bariri.
Menurutnya, Al-Quran tidak hanya memberikan ketenangan batin, tetapi juga memberikan pedoman dalam mengelola muamalah yang bersih dan berkah.
”Kita ingin menciptakan ekosistem di mana spiritualitas dan kesejahteraan berjalan beriringan. Saat masyarakat sudah mencintai Al-Quran, maka dengan sendirinya mereka akan menjauhi praktik ekonomi yang dilarang agama, seperti riba yang selama ini menjerat ekonomi kecil,” tambahnya.
Selain menyasar akar rumput, program juga diperluas melalui penyelenggaraan MTQ TBA Aparatur demi menanamkan integritas di lingkungan birokrasi. Langkah ini diambil agar nilai-nilai Al-Quran meresap hingga ke tata kelola pemerintahan.
”Aparatur adalah pelayan masyarakat. Dengan kecintaan terhadap Al-Quran, kita berharap etos kerja dan integritas birokrasi kita semakin kokoh, bersih dari praktik-praktik yang merugikan rakyat,” tegas TGH Bur.
Pendekatan komprehensif ini memastikan setiap kelompok memiliki fondasi spiritual yang kuat sekaligus kemandirian finansial yang mampu menghadapi tantangan ekonomi modern. Pemerintah daerah berharap, pola ini dapat menjadi model percontohan pemberdayaan masyarakat berbasis religi.
”Kita terus bergerak menjadikan kelompok TBA sebagai pusat edukasi spiritual dan finansial melalui penyaluran bantuan hibah serta pembinaan intensif. Strategi ini bertujuan memutus ketergantungan masyarakat terhadap praktik riba sekaligus memastikan perbaikan taraf hidup berjalan beriringan dengan penguatan nilai Al-Quran,” pungkasnya. Tan
