Koperindag KSB Siapkan Kemitraan Tanpa Modal untuk KDKMP

Taliwang,harianntb.online,– Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memfasilitasi kegiatan usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) pada tahap awal operasional. Langkah ini diambil agar koperasi yang telah terbentuk bisa segera menjalankan aktivitas usaha meski masih menghadapi keterbatasan modal.
Kepala Dinas Koperindag KSB, Suryaman menegaskan pihaknya kini fokus melakukan pembinaan kelembagaan sekaligus membuka akses kemitraan bagi KDKMP dengan berbagai pihak. Pemerintah daerah berkomitmen tetap memberikan pendampingan setelah bangunan koperasi diserahkan kepada pengurus agar usaha segera bergerak.
Salah satu langkah nyata yang sedang berjalan adalah memfasilitasi kerja sama antara KDKMP dengan Perum Bulog. Koperindag KSB membuka peluang agar gerai koperasi dapat mulai menjual beras SPHP dan Minyakita melalui sistem konsinyasi.
“Kami coba fasilitasi ke Bulog. Saya minta Kabid Koperasi koordinasikan apakah beras SPHP dan Minyakita bisa mulai diisi di gerai KDMP. Karena sementara ini mereka belum punya modal usaha sendiri, jadi kami dorong model kerja sama seperti sistem titip barang dari Bulog,” ujar Suryaman, Selasa (19/5/2026).
Selain itu, Koperindag KSB juga mulai menghubungkan beberapa KDKMP dengan lembaga perbankan. Bentuk kerja sama yang didorong di antaranya menjadikan KDKMP sebagai agen layanan perbankan seperti BRILink agar koperasi memiliki aktivitas sejak awal berdiri.
“Belum semua koperasi, baru beberapa. Kami arahkan ada kerja sama kemitraan dengan bank misalnya menjadi agen BRILink atau bentuk usaha lainnya supaya di awal sudah ada aktivitas,” lanjut Suryaman.
Terkait wacana usaha penjualan gas elpiji 3 kilogram, Koperindag KSB telah berkomunikasi dengan Pertamina. Namun, Pertamina belum memiliki aturan dari pemerintah pusat mengenai keterhubungan usaha pangkalan gas dengan KDKMP. Suryaman menambahkan usaha pangkalan gas saat ini masih menjadi mata pencaharian masyarakat sehingga pengaturannya tidak bisa sembarangan.
“Pertamina menyampaikan belum ada arahan dari pusat untuk terkoneksi dengan KDKMP. Karena ini menyangkut usaha masyarakat yang sudah berjalan,” jelasnya.
Untuk mendukung operasional, pemerintah daerah menyiapkan dukungan sumber daya manusia. Sebanyak 135 tenaga PPPK saat ini sedang diproses melalui BKPSDM KSB untuk ditempatkan di 65 KDKMP yang tersebar di wilayah KSB.
“Kurang lebih dua orang PPPK untuk tiap KDMP sedang digodok di BKPSDM. Selain itu ada juga tenaga rekrutan dari pusat seperti Business Assistant dan PMO yang akan mendampingi operasional koperasi,” ungkapnys.
Suryaman kembali menegaskan pemerintah daerah siap melakukan pembinaan secara berkelanjutan agar KDKMP di Kabupaten Sumbawa Barat dapat berkembang dan beroperasi secara optimal.
“Intinya kami siap bina kalau sudah mulai beroperasi,” demikian Suryaman. Tan