Mafia Gas Melon di Sumbawa Barat Terendus, Harga Tembus Rp100 Ribu

Taliwang,harianntb.online,- Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akhirnya melancarkan operasi penertiban menyusul laporan brutal terkait melambungnya harga LPG 3 kilogram yang mencekik warga. Di tengah jeritan ekonomi, para spekulan tega menjual “gas melon” bersubsidi hingga Rp100 ribu per tabung, angka yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dipatok pemerintah di angka Rp19.500.
Langkah tegas dilakukan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) bersama Satpol PP dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik di Kecamatan Maluk dan Jereweh. Tim gabungan menemukan indikasi kuat adanya permainan kotor dalam rantai distribusi.
Bukti di lapangan menunjukkan pasokan gas yang dijual dengan harga “cekik leher” oleh pengecer nakal ternyata bersumber dari pangkalan resmi. Lebih jauh lagi, disinyalir terdapat aliran suplai lintas wilayah yang sengaja dimainkan untuk meraup keuntungan pribadi di atas penderitaan rakyat kecil.
Praktik lancung ini tidak hanya melanggar regulasi, tetapi secara terang-terangan membajak hak warga kurang mampu dan pelaku UMKM yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama subsidi pemerintah.
Menanggapi temuan ini, tim pengawas memberikan peringatan keras kepada pemilik kios yang berani memangkas hak rakyat dengan menaikkan harga sesuka hati. Aparat menegaskan LPG 3 kilogram adalah barang dalam pengawasan ketat, dan setiap tindakan yang keluar dari koridor HET akan ditindak dengan sanksi tegas.
”Kami tidak akan mentoleransi praktik-praktik yang merugikan rakyat. Gas subsidi ini milik masyarakat miskin, bukan komoditas untuk memperkaya segelintir orang. Siapa pun yang bermain di luar mekanisme resmi akan berhadapan dengan hukum,” ujar salah satu perwakilan tim pengawas di sela-sela sidak, Jumat (10/7/2026).
Sementara itu, di Pangkalan UD Sahabat, Desa Belo, tim gabungan sempat melakukan verifikasi mendalam terkait laporan serupa. Namun, karena sidak dilakukan sebelum jadwal distribusi mingguan, tim belum menemukan bukti pelanggaran langsung di lokasi tersebut.
Meski demikian, pengelola pangkalan tetap dipaksa menandatangani komitmen untuk memastikan setiap butir LPG disalurkan tepat sasaran kepada Rumah Tangga Miskin dan pelaku usaha mikro.
Pemerintah KSB kini berkomitmen untuk menutup celah distribusi yang selama ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Pengawasan di seluruh jalur distribusi dari agen hingga ke level terkecil akan diperketat guna memastikan tidak ada lagi ruang bagi spekulan untuk bermain di balik subsidi negara. Tan
