Sumbawa Barat Dikhianati! Arena Porprov Kick Boxing Dipindah Paksa Ke Mataram

Taliwang,harianntb.online,- Pengurus Kick Boxing Provinsi NTB secara sepihak merampas status Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebagai tuan rumah Porprov XII NTB 2026 dan memindahkan arena pertarungan ke Kota Mataram.
Keputusan mendadak ini langsung memantik amarah besar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) KSB yang telah mematangkan persiapan teknis dan fasilitas lapangan sejak jauh hari.
Ketua KONI KSB, Andi Laweng, MH, mengecam keras langkah provinsial yang mengangkangi hasil verifikasi lapangan terdahulu. Pihak KSB tidak main-main dalam menyambut ajang ini karena mereka telah menggelontorkan anggaran besar demi membangun sarana tanding.
“Kami sudah buang anggaran besar untuk beli material dan bangun fasilitas tanding, lalu mereka batalkan begitu saja tanpa alasan kuat? Ini jelas merusak prosedur dan tatanan olahraga!” tegas Andi Laweng dengan nada kesal, Rabu, 8/7/2026.
Ketegangan makin memuncak saat pengurus provinsi mendadak memecat Ketua Kick Boxing KSB, Santri Yusmulyadi, ST, justru di tengah kesibukannya merampungkan fasilitas venue. Santri mencium aroma busuk politisasi anggaran di balik keputusan janggal tersebut.
Ia menuding pihak provinsi sengaja ingin menguasai dana pelaksanaan secara langsung, menabrak regulasi internal KONI KSB yang mewajibkan pengelolaan dana terpusat di daerah bersama pengurus cabang.
“Pemecatan saya ini sarat kejanggalan. Mereka sengaja mengincar pengelolaan anggaran pelaksanaan agar bisa dikuasai langsung oleh pengurus provinsi, padahal aturan kita tidak begitu!” ungkap Santri.
Santri juga menghantam keras dalih faktor keamanan yang menjadi alasan provinsi memindahkan paksa lokasi laga. Menurutnya, klaim tersebut sangat melecehkan harga diri masyarakat Bumi Pariri Lema Bariri, mengingat KSB merupakan daerah paling aman di NTB dengan predikat zero horizontal conflict.
“Alasan keamanan itu sangat klasik dan menyinggung perasaan masyarakat Bumi Pariri Lema Bariri. Kami ini wilayah paling aman di NTB dengan predikat zero horizontal conflict, jangan bikin dalih arogan!” tambah Santri.
Meski terjegal intrik kepengurusan dan batal tampil di hadapan publik sendiri, kubu KSB menolak mengibarkan bendera putih. Santri memastikan mental petarung skuadnya tetap membara dan siap merebut target medali emas di Mataram.
“Soal jabatan itu hal biasa. Mau dipindah ke Mataram atau ke mana pun, fokus kami sekarang adalah mengawal atlet KSB pulang membawa medali emas!” pungkas Santri. Tan
