Bukan Cuma Dagang, Pemkab Sumbawa Barat Genjot UMKM Sektor Jasa dan Kreatif

Taliwang,harianntb.online,-Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengubah total arah pembinaan pelaku usaha lokal. Pemerintah daerah kini membidik sektor jasa dan industri kreatif untuk mendongkrak potensi ribuan UMKM di wilayah tersebut. Langkah ini sekaligus mendobrak pola pikir lama masyarakat yang sering mengidentikkan UMKM hanya dengan aktivitas jual-beli barang atau perdagangan produk.
Diskoperindag KSB mencatat ada sebanyak 8.124 UMKM yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan berdasarkan basis data tahun 2025. Instansi ini memanfaatkan pemetaan rinci tersebut sebagai dasar utama untuk menyusun program pembinaan yang lebih terarah.
“Data persebaran UMKM ini menjadi acuan kami dalam menyusun program pembinaan dan pelatihan yang tepat sasaran sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat,” ujar Kepala Bidang UMKM Diskoperindag KSB, Iswanto, Jumat (29/5/2026).
Iswanto menilai sektor jasa seperti kuliner, perawatan, hingga industri kreatif memiliki prospek yang tidak kalah menjanjikan. Sektor-sektor ini terbukti memegang peluang besar dalam menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan warga.
Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah daerah menggenjot berbagai program penguatan kapasitas. Paket program ini meliputi pelatihan keterampilan, penguatan manajemen usaha, peningkatan kualitas SDM, hingga pendampingan pengurusan legalitas usaha.
Salah satu agenda terdekat adalah pelatihan barista yang terjadwal berlangsung pada September hingga Oktober mendatang. Diskoperindag KSB merancang program ini untuk melahirkan wirausaha baru sekaligus memasok tenaga terampil di tengah menjamurnya bisnis kedai kopi modern.
Selain meracik kopi, pemerintah daerah juga membuka pelatihan keterampilan jasa pijat (massage). Program ini melengkapi portofolio pelatihan sebelumnya yang telah berhasil mencetak alumni mandiri di bidang katering, pangkas rambut, dan laundry. Warga menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program ini, seperti yang terlihat pada pelatihan di Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, baru-baru ini.
Di sisi lain, tantangan klasik berupa penguatan akses permodalan masih mengadang. Pemerintah daerah belum bisa mencairkan program bantuan berupa hibah uang maupun barang untuk intervensi pengentasan kemiskinan karena masih menunggu ketukan palu perubahan anggaran daerah.
Meski demikian, Diskoperindag KSB berkomitmen penuh untuk terus mematangkan kemampuan dan daya saing pelaku usaha lokal agar melek teknologi dan siap menghadapi transformasi digital yang masif.
“Harapannya, UMKM di Sumbawa Barat tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan bersaing di tengah persaingan usaha yang semakin terbuka,” pungkas Iswanto. Tan