Dari Rarak Untuk Dunia, KSB Bangun Ekosistem Kopi Mandiri

Brang Rea,harianntb.online,-Demplot Kopi Rarak Ronges kini disiapkan menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan komoditas kopi di Kabupaten Sumbawa Barat. Kawasan ini tidak hanya sebagai lahan tanam, tapi juga menjadi ruang belajar bagi petani untuk menguasai teknik budidaya hingga pengelolaan hasil.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov, menegaskan bahwa pengembangan ini dibangun melalui kolaborasi kuat antar berbagai pihak demi kemajuan bersama.

“Kita bangun ini bukan sendirian. Dukungan dari Bank Indonesia, perusahaan, hingga pengusaha lokal kita satukan agar petani benar-benar mendapat ilmu dan manfaat nyata,” tegas Wabup.

Potensi ini juga mendapat perhatian khusus dalam kunjungan kerja berbagai pihak tersebut. Sinergi dinilai sangat penting agar kopi lokal bisa dikenal lebih luas.

“Ini bukan hanya soal produksi, tapi bagaimana kopi Rarak bisa dikenal luas, bahkan mendunia,” tambah narasumber dalam diskusi tersebut.

Tanaman kopi yang mulai dibina sejak November lalu baru bisa dipanen sekitar tiga tahun lagi. Oleh karena itu, demplot ini dirancang sebagai model pembelajaran berkelanjutan.

Lokasi ini sangat strategis karena berada di ketinggian 752 mdpl, cocok untuk kopi robusta, dan memiliki lahan potensial seluas 300 hektare.

Sambil menunggu panen, petani menerapkan sistem tumpang sari dengan menanam jagung, kemiri, vanili, dan kakao agar ekonomi tetap berjalan lancar.

Dengan target produktivitas naik dari 500 kg menjadi 1,5 ton per hektare, kawasan ini diharapkan mampu mencetak petani tangguh dan membangun ekosistem kopi yang mandiri di KSB. HNTB.Tan

Editor : SUTAN ZAITUL IKHLAS