Kesra KSB Perkuat Penyaluran Insentif Rutin bagi Ratusan Pejuang Keagamaan

Taliwang,harianntb.online,- Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus mempertegas keberpihakan terhadap kesejahteraan tokoh agama dan petugas rumah ibadah melalui penguatan program unggulan Kartu KSB Maju Sosial.

Sebagai instrumen utama dalam visi KSB Maju di bidang sosial, pemerintah daerah secara konsisten menyalurkan insentif bulanan yang menyasar ratusan guru ngaji serta marbot masjid.

Langkah ini diambil bukan sekadar sebagai bentuk apresiasi, melainkan sebagai upaya sistematis untuk memastikan para pengabdi keagamaan memiliki jaminan kesejahteraan yang layak di tengah pengabdian mereka.

​Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sumbawa Barat, Dr. H. Burhanuddin, S.Sos.I., M.Pd.I., menjelaskan program ini dirancang untuk memberikan stimulan langsung, terutama bagi guru ngaji yang menjadi garda terdepan dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an di tingkat akar rumput.

Dalam implementasinya, pemerintah menerapkan klasifikasi penerimaan insentif yang proporsional, di mana salah satu kriteria utamanya merujuk pada rasio jumlah santri yang dibina oleh setiap guru ngaji.

​”Pemerintah menetapkan batas minimal 16 santri bagi guru ngaji untuk mulai mendapatkan stimulan ini. Namun, sistem kita bersifat dinamis dan adil. Jika kemudian jumlah santrinya lebih banyak dari batas minimal yang ditetapkan, maka secara otomatis nilai insentif yang diterima juga akan lebih tinggi,” ungkap Dr. H. Burhanuddin saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu, 29/4/2026.

Ia menegaskan kebijakan ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bentuk investasi sumber daya manusia dalam bidang spiritual agar para pendidik agama semakin termotivasi meningkatkan kualitas pengajaran mereka.

​Perhatian serius melalui Kartu KSB Maju Sosial ini lanjut Dr. H. Burhanuddin tidak berhenti pada guru ngaji saja, melainkan juga menyentuh aspek kesejahteraan para marbot masjid. Selama ini, peran marbot seringkali terabaikan, namun di bawah kepemimpinan saat ini, nasib penjaga rumah ibadah tersebut dijamin sepenuhnya oleh pemerintah daerah melalui skema insentif yang terintegrasi.

” Intensif diberikan kepada marbot di kelurahan atau kecamatan yang ditunjukkan dengan kepemilikan surat keterangan menjadi marbot yang diterbitkan oleh lurah ataupun camat. Dengan adanya bantuan finansial ini pemerintah berharap beban ekonomi para pengelola tempat ibadah dapat diringankan. Kita ingin mereka bisa tenang dan fokus memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah serta menjaga lingkungan masjid tanpa harus terbebani persoalan ekonomi,” tambah pria yang akrab disapa TGH Bur tersebut.

​Upaya masif pemberian insentif ini merupakan bagian dari narasi besar Pemkab KSB untuk menciptakan tatanan masyarakat yang religius dan sejahtera secara merata.

TGH Bur menekankan bahwa keberlanjutan program Kartu KSB Maju Sosial menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sosial dan religiusitas daerah.

“Muara dari program ini adalah peningkatan kualitas. Dengan meningkatnya kesejahteraan para guru ngaji dan marbot, kita optimis kualitas pendidikan agama anak-anak kita dan pengelolaan sarana ibadah di Kabupaten Sumbawa Barat akan terus meningkat secara signifikan dan berkelanjutan sesuai visi KSB Maju,” pungkasnya. Tan