Siap-siap ke Negeri Sakura! Pemda KSB Resmi Teken Kerja Sama Pengiriman PMI, Kuota Terbatas!

Taliwang,harianntb.online,- Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) resmi memperkuat sinergi internasional dengan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Yayasan Adiluhung Nusantara (YPAN).

Langkah strategis ini dilakukan untuk memfasilitasi pengiriman Pekerja Migran Indonesia (MPMI) asal KSB menuju Jepang melalui program khusus yang diinisiasi oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

​Kepala Disnakertrans KSB, Slamet Riadi, menyatakan kerja sama ini merupakan jembatan emas bagi putra-putri daerah untuk merambah pasar kerja internasional dengan standar kompetensi yang mumpuni. Program ini direncanakan mulai bergulir pada Juli 2026, yang diawali dengan tahapan sosialisasi dan pendaftaran terbuka bagi masyarakat.

” Setelah melalui berbagai rangkaian seleksi ketat, pengumuman final bagi 50 peserta terpilih dijadwalkan akan dirilis oleh YPAN pada 20 Agustus 2026,” jelas Slamet, Senin, 20/4/2026.

​Persyaratan yang ditetapkan bagi calon pelamar mencakup kriteria fisik dan administratif, di antaranya lulusan minimal SMA/sederajat dengan rentang usia produktif antara 18 hingga 26 tahun. Selain itu, aspek fisik seperti tinggi badan minimal 155 cm bagi wanita dan 160 cm bagi laki-laki, serta kesehatan jasmani dan rohani menjadi syarat mutlak yang tidak dapat ditawar demi memenuhi standar ketenagakerjaan di Jepang.

​Pemerintah daerah memberikan jaminan penuh bahwa seluruh tahapan program, mulai dari pelatihan bahasa dan budaya hingga proses pendampingan, bersifat gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun.

” Ini ditekankan sebagai bentuk komitmen Pemda KSB dalam melindungi warga dari praktik pungutan liar atau penipuan yang sering menyasar calon tenaga kerja migran,” imbuhnya.

Masyarakat diharapkan segera mempersiapkan diri secara matang mengingat terbatasnya kuota yang tersedia di tengah tingginya minat kerja ke luar negeri.

​” Program ini adalah kesempatan berharga karena seluruh biaya pelatihan hingga pendampingan ditanggung alias gratis. Jadi kalau nanti ada modus yang mengiming-imingi warga bisa lolos program ini dengan ditarik biaya, jangan dipercaya. Kami pastikan itu penipuan,” demikian Slamet Riadi. Tan