Dinsos KSB Ingatkan Data Penerima KSB Maju Harus Terus Diperbarui

KSB Taliwang

Taliwang,harianntb.online, — Data penerima manfaat program Kartu Sumbawa Barat Maju (KSB Maju) tidak bisa diperlakukan sebagai data yang tetap. Perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan administrasi kependudukan membuat data perlu terus diperbarui agar bantuan pemerintah tetap tepat sasaran.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat, Andy Suwandy, S.I.P., M.M.Inov, menyampaikan hal itu dalam Coffee Morning yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumbawa Barat di Ai Buak, Kecamatan Seteluk, Kamis (24/9/2026).

Andy menjelaskan, KSB Maju Sosial mencakup sejumlah intervensi sosial, mulai dari bantuan untuk lanjut usia, penyandang disabilitas, keluarga miskin ekstrem, anak yatim, piatu dan yatim-piatu, hingga bantuan uang duka.

Menurut dia, perubahan kondisi masyarakat dapat memengaruhi posisi seseorang dalam data penerima manfaat. Karena itu, pemutakhiran menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.

“Data itu dinamis. Kondisi masyarakat bisa berubah, begitu juga dengan administrasi kependudukannya. Karena itu, data harus terus kita mutakhirkan agar sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan,” kata Andy.

Pemutakhiran data juga berkaitan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk posisi desil. Desil menggambarkan posisi relatif kondisi sosial ekonomi keluarga. Posisi itu dapat berubah ketika data diperbarui atau kondisi keluarga mengalami perubahan.

Andy juga menyinggung laporan dan aduan masyarakat yang masuk terkait penerima manfaat. Menurutnya, informasi dari masyarakat menjadi salah satu bahan untuk melihat perubahan kondisi di lapangan, tetapi tidak serta-merta membuat status penerima berubah.

“Setiap aduan harus diverifikasi. Setelah informasi itu terbukti dan memenuhi mekanisme pemutakhiran, baru bisa menjadi dasar perubahan data,” ujarnya.

Andy menegaskan, mekanisme itu penting untuk menjaga ketepatan sasaran sekaligus memastikan pelayanan pemerintah tetap responsif. Pemerintah tidak hanya dituntut memiliki data yang benar, tetapi juga harus mampu memperbaruinya ketika kondisi masyarakat berubah.

Coffee Morning di Ai Buak menjadi forum komunikasi antara OPD pengampu program KSB Maju dan Sumbawa Barat Maju Luar Biasa dengan wartawan se-Kabupaten Sumbawa Barat. Forum itu membahas cara menyampaikan informasi program kepada masyarakat secara akurat, utuh dan mudah dipahami.

Andy menilai media memiliki peran penting dalam membantu menjelaskan program pemerintah kepada masyarakat. Di saat yang sama, pemberitaan media juga dapat menjadi salah satu jalur bagi pemerintah untuk mengetahui persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Media punya peran penting untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sebaliknya, informasi dari masyarakat juga perlu sampai kepada pemerintah. Karena itu, komunikasi harus terus dibangun,” katanya.

Coffee Morning itu pun menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan media dalam mengawal pelaksanaan program KSB Maju. Pemerintah berharap informasi mengenai sasaran, persyaratan dan mekanisme program dapat diterima masyarakat secara utuh sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.

” Jadi pemutakhiran data dan respons terhadap perubahan kondisi masyarakat harus berjalan beriringan. Data berubah, maka harus segera dimutakhirkan. Pelayanan juga harus responsif terhadap perubahan itu,” pungkasnya. Tan

 

About The Author