Taliwang, harianntb.online,- Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tidak hanya membangun kandang dalam menjalankan program unggulan Agribisnis Peternakan Sapi. Dinas Pertanian KSB membangun ekosistem peternakan dengan menyiapkan infrastruktur, sumber air, lahan pakan hijauan hingga pengelolaan limbah.
Hingga pelaksanaan program tahun anggaran 2026 berjalan, pekerjaan fisik di sejumlah lokasi telah mencapai 62,32 persen. Sementara realisasi keuangan tercatat 18,89 persen.
Kepala Dinas Pertanian KSB, Jamilatun, mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan pembangunan terus berjalan di sejumlah titik yang menjadi lokasi program. Pemerintah masih menyelesaikan beberapa pekerjaan sebelum seluruh target program tercapai.
“Meskipun masih terdapat beberapa pekerjaan yang harus dituntaskan, realisasi fisik sebesar 62,32 persen ini menjadi indikator bahwa seluruh rangkaian kegiatan terus bergerak menuju target akhir yang telah kami tetapkan,” katanya, Jumat (14/8/2026).
Pembangunan kandang menjadi salah satu pekerjaan yang mendapat perhatian. Perkembangannya berbeda di setiap kelompok ternak sesuai tahapan pekerjaan masing-masing.
Di HKM Batu Dulang, pembangunan kandang telah memasuki tahap pemasangan atap. Pekerjaan serupa juga berlangsung di KTT Budisari dan KTT Mako Aji yang kini memasuki pemasangan rangka dan atap bangunan.
“Pembangunan ini terjadi di KTT Budisari dan KTT Mako Aji yang kini berada dalam fase pemasangan rangka dan atap bangunan,” jelas Jamilatun.
Sementara itu, KTT Burely Farm hampir menuntaskan penutupan atap. KTT Liang Nadolle masih mengerjakan pemasangan kerangka atap.
Pemerintah juga menyiapkan sumber air untuk mendukung kebutuhan ternak dan lahan pakan. Sejumlah sumur bor telah selesai dibangun, sedangkan beberapa lokasi lainnya masih mengerjakan rumah mesin dan instalasi pendukung.
“Beberapa sumur bor telah dinyatakan selesai dibangun, sementara lokasi lain masih terus dikebut pada tahap pembangunan rumah mesin dan instalasi pendukung guna memastikan distribusi air yang merata,” tuturnya.
Ketersediaan pakan hijauan menjadi bagian lain yang terus dipantau. Dinas Pertanian mencatat pertumbuhan rumput di sejumlah lokasi menunjukkan hasil yang cukup baik.
Di KTT Mako Aji, tingkat hidup rumput mencapai 95 persen. KTT Liang Nadolle mencatat 95,56 persen, sedangkan KTT Budisari mencapai 84,86 persen.
“Tingkat persentase hidup rumput di KTT Mako Aji mencapai 95 persen, KTT Liang Nadolle 95,56 persen, dan KTT Budisari 84,86 persen,” terang Jamilatun.
Meski sebagian lokasi menunjukkan tingkat pertumbuhan yang tinggi, Dinas Pertanian masih melakukan perawatan dan penguatan di kawasan yang membutuhkan perhatian. Langkah tersebut diperlukan agar lahan pakan mampu menopang kebutuhan ternak secara berkelanjutan.
Program Agribisnis Peternakan Sapi KSB juga menempatkan pengelolaan limbah sebagai bagian dari rangkaian pengembangan peternakan. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan tidak hanya mengejar ketersediaan kandang, tetapi juga menyiapkan unsur pendukung agar kegiatan peternakan dapat berjalan dalam satu sistem.
Jamilatun mengatakan seluruh komponen program terus diarahkan untuk mendukung target pengembangan peternakan sapi di KSB.
“Program ini tidak hanya berbicara tentang kandang, tetapi bagaimana seluruh kebutuhan peternakan, mulai dari air, pakan sampai pengelolaan limbah, dapat berjalan dan saling mendukung,” ujarnya. Tan

