BRIDA KSB Siapkan Regulasi Pemanfaatan Irigasi untuk Perikanan

KSB

Taliwang, harianntb.online,- Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mulai mengkaji pemanfaatan saluran irigasi bendungan untuk pengembangan perikanan air tawar. Langkah ini diarahkan untuk membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mengurangi ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) KSB tengah menyusun policy brief atau rekomendasi kebijakan berbasis riset sebagai bahan pertimbangan Bupati Sumbawa Barat. Kajian tersebut mencakup aspek teknis, ekonomi, dan regulasi agar pemanfaatan jaringan irigasi tidak berbenturan dengan kepentingan pertanian.

Kepala BRIDA KSB, Mars Anugerainsyah, mengatakan rencana tersebut memerlukan kajian mendalam karena pengelolaan saluran irigasi berada dalam kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS). Kepastian aturan diperlukan sebelum pemerintah daerah menentukan pola pemanfaatannya.
Dalam penyusunan kajian, BRIDA melibatkan pakar dari Fakultas Perikanan Universitas Lambung Mangkurat. Hasil analisis dan masukan para ahli akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi, termasuk menentukan bentuk regulasi yang dibutuhkan.

“Kami bergerak ke sana agar tidak salah mengambil langkah sebagai dasar Pak Bupati dalam membuat kebijakan. Kami menyusun policy brief dari seluruh hasil analisis dan masukan pakar. Regulasi ini penting untuk mencegah konflik kepentingan antara pemanfaat irigasi pertanian dan budidaya perikanan,” kata Mars, Selasa, 27/10/2026.

Ia menjelaskan, hasil kajian akan menentukan apakah pemanfaatan saluran irigasi perlu diatur melalui Peraturan Daerah (Perda) atau cukup dengan Peraturan Bupati (Perbup). Pengaturan tersebut harus tetap memperhatikan kewenangan pengelolaan sumber daya air dan kebutuhan irigasi pertanian.

Dari sisi ekonomi, pengembangan perikanan air tawar dinilai memiliki peluang pasar di KSB. Selama ini, kebutuhan ikan di daerah tersebut masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Kondisi ini membuka peluang bagi produksi lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pemanfaatan saluran irigasi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani di sela masa tanam dan panen padi. Selain budidaya, BRIDA turut mengkaji peluang pengolahan ikan gabus menjadi produk bernilai tambah, termasuk ekstrak albumin dan berbagai olahan pangan.

Pengembangan sektor perikanan tersebut menjadi bagian dari upaya diversifikasi ekonomi KSB. Berdasarkan data PDRB yang disampaikan BRIDA, kontribusi sektor pertambangan terhadap perekonomian daerah mulai menurun dari sebelumnya hampir 80 persen menjadi sekitar 76 persen.

Selain perikanan, BRIDA mendorong penguatan sektor pertanian, perkebunan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perdagangan lokal. Pengembangan sektor-sektor tersebut diharapkan memperluas sumber pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketergantungan daerah terhadap pertambangan. Tan

About The Author