Generasi Muda KSB Didorong Kenali dan Lestarikan Cagar Budaya

Headlines KSB

Taliwang, harianntb.online,— Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat (Dikbud KSB) mendorong generasi muda mengenali sekaligus ikut menjaga cagar budaya yang ada di daerahnya. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi yang melibatkan guru dan siswa SMP se-Kabupaten Sumbawa Barat.

Sosialisasi Cagar Budaya dengan tema “Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Cagar Budaya” digelar di Hanipati Resto, Taliwang, Selasa (14/7/2026).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KSB Agus S.Pd., MM mengatakan pelestarian cagar budaya tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, diperlukan agar warisan sejarah daerah tetap dikenal dan terawat.

“Cagar budaya bukan sekadar benda atau tempat yang memiliki nilai sejarah. Di dalamnya ada pengetahuan dan cerita tentang perjalanan daerah yang perlu dipahami generasi sekarang. Karena itu, anak-anak muda harus mengenal lebih dulu sebelum kemudian ikut menjaganya,” kata Agus.

Menurut Agus, generasi muda juga memiliki ruang yang luas untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah melalui perkembangan teknologi.

“Sekarang anak-anak muda punya banyak cara untuk mengenalkan budaya. Media sosial dan teknologi digital bisa dimanfaatkan untuk membuat cagar budaya lebih dikenal, bukan hanya oleh masyarakat Sumbawa Barat, tetapi juga oleh orang dari luar daerah,” ujarnya.

Sosialisasi menghadirkan Pamong Budaya Museum Provinsi Nusa Tenggara Barat Bunyamin SS, M.Hum. dan Budayawan Kabupaten Sumbawa Barat Drs. Wahyu Wijayanto, ASTP sebagai narasumber.

Bunyamin menyampaikan materi mengenai cagar budaya, termasuk pentingnya mengenali dan memahami nilai yang terkandung dalam setiap warisan budaya sebelum melakukan upaya pelestarian.

“Kalau generasi muda tidak mengenal warisan budayanya, lama-kelamaan hubungan dengan sejarah daerah bisa semakin jauh. Pengenalan sejak di bangku sekolah menjadi salah satu cara untuk membangun kepedulian tersebut,” kata Bunyamin.

Sementara Wahyu Wijayanto menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam menjaga cagar budaya. Menurutnya, perlindungan warisan budaya tidak hanya berkaitan dengan aturan, tetapi juga kesadaran masyarakat untuk merawat dan tidak merusaknya.

“Cagar budaya adalah bagian dari identitas daerah. Kalau kita kehilangan benda, bangunan atau situs yang memiliki nilai sejarah, kita juga kehilangan bagian dari cerita tentang daerah sendiri,” ujarnya.

Para narasumber juga mengajak peserta mengenali potensi cagar budaya yang dimiliki Sumbawa Barat. Peserta didorong menggunakan kreativitas dan teknologi digital untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal secara lebih luas.

Diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif. Guru dan siswa menyampaikan berbagai pertanyaan serta gagasan mengenai cara mengenalkan dan menjaga warisan budaya di tengah perkembangan zaman.

Dikbud KSB berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti pada pemahaman di ruang pertemuan. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diteruskan ke lingkungan sekolah dan masyarakat sehingga tumbuh rasa memiliki terhadap cagar budaya di Sumbawa Barat. Tan

 

About The Author