Kuota Terbatas, LPG 3 Kg Bukan Untuk ASN dan Orang Kaya!

Taliwang,harianntb.online,_ Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menegaskan komitmennya memastikan distribusi energi bersubsidi tepat sasaran. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Suryaman, S.STP., dalam Forum Yasinan di Central Kediaman Wakil Bupati, baru-baru ini.

Suryaman menjelaskan, gas elpiji 3 kilogram bersubsidi pada prinsipnya hanya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Penggunaan oleh kelompok yang mampu, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), tidak dibenarkan karena menyalahi tujuan subsidi.

“Gas elpiji subsidi ini khusus untuk masyarakat miskin. ASN dan keluarga yang mampu tidak boleh membelinya. Jika pangkalan menolak melayani, itu bukan diskriminasi, melainkan penegakan aturan,” tegas Suryaman.

Ia mengingatkan, Sekretaris Daerah sebelumnya telah mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh pangkalan untuk tidak melayani pembelian gas subsidi oleh ASN dan warga yang tergolong mampu.

Saat ini, kuota gas 3 kg untuk KSB mengalami penurunan dari 3.311 metrik ton menjadi 3.112 metrik ton. Kondisi ini menuntut distribusi semakin selektif agar manfaat subsidi benar-benar sampai kepada yang membutuhkan.

“Dengan kuota yang berkurang, kita harus semakin ketat. Subsidi harus tepat sasaran agar yang berhak tetap bisa menjangkaunya,” tambahnya.

Pemerintah juga meminta kesadaran masyarakat. Bagi yang merasa mampu, diimbau berbesar hati tidak menggunakan subsidi agar kuota cukup untuk warga kurang mampu. Untuk menjamin ketersediaan, pemerintah melakukan pengawasan ketat dan memindahkan kelebihan stok ke wilayah yang membutuhkan.

Sebagai solusi, Pemkab KSB mendorong penggunaan gas non-subsidi ukuran 5 kg. Alternatif ini hadir menjembatani kesenjangan harga antara tabung 3 kg dan 12 kg. Dalam dua minggu terakhir, distribusi gas 5 kg mulai digencarkan agar masyarakat memiliki pilihan yang lebih terjangkau dan sesuai kemampuan ekonomi. HNTB/Tan

Editor : SUTAN ZAITUL IKHLAS