Sembalun Lotim, harianntb.online,_Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengupas tuntas formula sukses pengelolaan pariwisata Sembalun, Lombok Timur, untuk mendongkrak program Wisata Kerakyatan di Kecamatan Brang Ene. Diskusi strategis berbalut sharing session ini berlangsung hangat di tengah sejuknya kawasan wisata Sembalun pada Sabtu (13/6) malam.
PWI KSB mengemas kegiatan ini sebagai bagian dari agenda Touring Camp yang menggandeng langsung Pemerintah Desa (Pemdes) Kecamatan Brang Ene guna mengadopsi blueprint kesuksesan Sembalun.
Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur melalui Kabid PSDP Rasyid Ridho yang hadir sebagai narasumber utama, menegaskan masyarakat setempat memegang kunci utama keberhasilan pengembangan pariwisata berbasis kerakyatan. Sektor ini sangat bergantung pada peran aktif warga sebagai subjek utama, bukan sekadar menjadi penonton di tanah sendiri.

Ia menyoroti pentingnya perubahan pola pikir sadar wisata dan penguatan identitas budaya lokal sebagai fondasi kokoh untuk menggerakkan roda pariwisata.
”Pengembangan pariwisata berbasis kerakyatan tidak akan berjalan tanpa perubahan pola pikir dari masyarakat pengelola. Warga bukan sekadar pekerja atau penonton, melainkan pemilik dan pengelola langsung yang merencanakan arah pariwisata di daerah mereka,” ujarnya optimis.
Lebih lanjut, ia memaparkan warga harus memahami dan mempraktikkan sejumlah konsep yang meliputi unsur Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan agar wisatawan merasa nyaman dan betah.
Menurutnya, hospitalitas otentik mengalir dari ketulusan warga dalam melayani dan menyambut wisatawan layaknya keluarga sendiri yang datang bertamu. Langkah ini memastikan warga lokal menikmati langsung perputaran ekonomi dari sektor pariwisata, sekaligus menjaga keaslian destinasi dari waktu ke waktu.
Sesi diskusi kolaboratif ini juga menghadirkan deretan tokoh penting lainnya, seperti Camat Sembalun, penggiat UMKM setempat sekaligus Sekdes Sembalun, Wathan Sangkabira, dan Ketua PWI Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka bersama-sama membedah strategi jitu membangun pariwisata yang mandiri dan menyejahterakan warga.
Camat Sembalun Gatot Suherman membagikan pengalamannya mengenai pentingnya menjaga keaslian daerah di tengah gempuran modernisasi. Ia menilai identitas lokal menjadi senjata utama yang membedakan pariwisata kerakyatan dengan destinasi komersial milik korporasi besar.
”Kekuatan kita ada pada akar budaya. Upaya warga dalam merawat adat istiadat, ritual tradisional, kerajinan tangan, hingga mempertahankan arsitektur khas daerah justru menjadi magnet utama yang paling dicari oleh wisatawan modern saat ini. Wisatawan tidak mencari kemewahan hotel berbintang di sini, melainkan kearifan lokal berupa kuliner tradisional dan keunikan cara hidup sehari-hari yang memberikan pengalaman berkesan,” katanya.
Sementara itu, Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin menyoroti pentingnya sinergi dan gaung publikasi dalam membangun sebuah destinasi baru seperti Brang Ene. Media massa memiliki peran krusial untuk menjembatani potensi desa agar dikenal luas oleh publik.
”Sinergi kuat antara jajaran pemerintahan, pemuka desa, dan dukungan publikasi masif dari rekan-rekan pers adalah modal utama. Masyarakat Sembalun sudah membuktikan komitmennya untuk terus menjaga integritas lingkungan dengan merawat kebersihan dan kelestarian alam. Jika Brang Ene mampu mengadopsi komitmen dan kolaborasi ini, saya optimis Wisata Kerakyatan Brang Ene akan menjadi primadona baru di Sumbawa Barat,” tutur Ketua PWI NTB mengakhiri diskusi. Tan
Editor : Sutan Zaitul Ikhlas
