Top! AMMAN Sukses Reklamasi 859 Hektare Lahan Bekas Tambang di NTB

Taliwang,harianntb.online,- PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) terus membuktikan komitmen nyatanya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Langkah ini bukan sekadar rencana di atas kertas. Hingga penghujung tahun 2025, perusahaan tambang tembaga dan emas ini mencatat keberhasilan besar dengan memulihkan kembali lahan bekas tambang seluas 859,61 hektare di Site Batu Hijau,Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bahkan, tahun 2025 menjadi tonggak sejarah baru bagi operasional Batu Hijau.Pada tahun tersebut, AMMAN mencetak rekor reklamasi tahunan terbesar dengan menghijaukan lahan seluas 92,67 hektare.

Bagi Head of Environment Department AMMAN, Jorina Waworuntu, pengelolaan lingkungan di kawasan tambang memiliki esensi yang jauh lebih dalam daripada sekadar memenuhi regulasi pemerintah atau menyelesaikan urusan birokrasi. Ia memandang lingkungan sebagai ruang hidup bersama yang wajib terjaga kualitasnya demi masa depan.

“Lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Yang membuat sebuah sistem berjalan adalah orang-orang yang memiliki komitmen dan konsistensi,” tutur Jorina dalam keterangan resminya, Kamis (2/7/2026).

Jorina menilai, aksi nyata di lapangan kini terasa kian mendesak. Terlebih, ancaman perubahan iklim global sudah mulai menunjukkan dampak yang nyata, mulai dari kemunculan cuaca ekstrem hingga musim kemarau yang berlangsung lebih panjang. Atas dasar itulah, tim internal AMMAN menjalankan seluruh proses reklamasi ini dengan pengawasan yang sangat ketat serta sistematis. Tentu saja, memulihkan lahan bekas tambang bukanlah perkara instan.

Proses ini membutuhkan rangkaian teknis yang panjang dan terukur. Tim di lapangan mengawal ketat setiap tahapan, mulai dari menyelamatkan tanah pucuk (topsoil), menata lahan, mengendalikan erosi, menebar tanaman penutup tanah, hingga menanam dan memelihara pohon secara berkala.

Menariknya, kepedulian raksasa industri ekstraktif ini tidak berhenti pada penghijauan daratan semata. AMMAN juga bergerak aktif menekan emisi karbon dengan mempercepat transisi ke energi terbarukan. Sejak tahun 2022, perusahaan telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 26,8 MWp. Sepanjang tahun 2025 saja, fasilitas PLTS ini terbukti ampuh mencegah pelepasan emisi hingga 34.794 ton CO₂e ke atmosfer.

Guna mempercepat langkah menuju operasional rendah karbon, AMMAN kini tengah mengembangkan Combined Cycle Power Plant (CCPP) berbahan bakar gas dengan kapasitas jumbo mencapai 450 MW. Supaya pemantauan berjalan akurat, manajemen juga mengerahkan teknologi citra satelit yang mampu menangkap perubahan kondisi lahan secara real-time.

Dampak positif dari program-program AMMAN ini pun meluas hingga ke luar area operasional tambang. Perusahaan tercatat menjalankan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 3.600 hektare, memberikan dukungan penuh pada program perhutanan sosial, melakukan konservasi penyu, hingga merestorasi ekosistem laut Gili Balu melalui program Transformasea.
Meski melibatkan investasi teknologi canggih dan program berskala makro.

Jorina mengingatkan bahwa keberhasilan semua program ini tetap bertumpu pada satu faktor kunci: perilaku manusia. Karena itu, ia mengajak seluruh karyawan dan lapisan masyarakat untuk memulai aksi iklim dari langkah-langkah kecil sehari-hari.

“Aksi iklim bermula dari kebiasaan kecil yang konsisten, seperti bijak menggunakan energi dan air, mengurangi limbah, serta mematuhi prosedur lingkungan,” pungkas Jorina. Tan

About The Author